Nabi Nuh Membuat Perahu

Allah memerintahkan Nabi Nuh membuat sebuah perahu. Perahu itu berfungsi untuk menyelamatkan kaumnya yang beriman beserta hewan-hewan. Namun, kaumnya mengejek Nabi Nuh, “Wahai Nuh! Sejak kapan engkau telah menjadi tukang kayu dan pembuat kapal? Bukankah engkau mengaku sebagai seorang Nabi & Rasul?”

Nanti akan tiba masanya mengetahui untuk apa kali ini aku buat. Tunggulah azab Allah yang akan menimpamu,” sahut Nabi Nuh. Kapal Nabi Nuh telah selesai dibuat. Hujan deras mengguyur kota sehingga menyebabkan banjir besar. Kaum yang membangkang tidak terselamatkan dan mati tenggelam, sedangkan kaum yang beriman dan pasangan hewan-hewan bisa diselamatkan ke dalam perahu. Perahu Nabi Nuh berlayar di tengah gelombang besar. Bahkan, anak Nabi Nuh tidak berhasil dibujuk menaiki perahu karena sikap keras kepada dan ketidaktaatannya. Beberapa hari kemudian, hujan berhenti dan banjir surut. Perahu Nabi Nuh berlabuh di daratan. Bumi pun kembali subur. Nabi Nuh dan kaumnya yang beriman hidup bahagia dan damai.