Makna Cinta Yang Sebenarnya

Mari kita simak kutipan novel “Ketika Cinta Bertasbih” karangan Ust. Habiburrahman

Cinta Menurutku…….

Cinta adalah kekuatan

Yang mampu mengubah duri menjadi mawar

Mengubah cuka menjadi anggur

Mengubah malang menjadi untung

Mengubah sedih menjadi riang

Mengubah setan menjadi nabi

Mengubah iblis menjadi malaikat

Mengubah sakit menjadi sehat

Mengubah kikir menjadi dermawan

Mengubah kandang menjadi taman

Mengubah penjara menjadi istana

Mengubah amarah menjadi ramah

Mengubah musibah menjadi muhibbah

Itulah makna cinta

Wah,, pecah berkeping-keping rasanya hati ini menyimak makna cinta yang begitu mulia, sangat berbeda sekali dengan makna cinta yang di kaitkan dengan anak muda sekarang, biasanya kata cinta digandengkan dengan gerbong nafsu, pentalan syahwat, dan aksi zina.

Dari makna cinta yang mulia tadi kita dapat mengambil hikmah bahwa cinta itu berfungsi sebagai wesel pengalih arah untuk memindahkan rangkaian cinta. ketika kemuliaan-kemuliaan hadir dalam pesona dunia akhirat. Saat manajemen cinta di atur dengan tepat, maka semua akan sesuai dengan harapan dan berujung kepada kebahagiaan.

Cinta itu merupakan suatu perasaan yang sangat halus, ia dapat di rasakan oleh setiap insan hanya saja tidak dapat di lihat bentuknya oleh orang yang merasakan cinta, saya rasa makna cinta sudah banyak di bahas di dalam buku-buku best seller karangan penulis-penulis terkenal yang menuliskan tentang makna cinta, namun di sini saya hanya ingin sedikit mengaitkan fenomena cinta monyet yang berujung kepada penyesalan dengan makna cinta yang sebenarnya.

Jadi gini sobat, orang-orang yang pola fikirnya pendek sangat mudah sekali mengatakan cinta, seperti “Aku Cinta Kamu” padahal di dalam hatinya sama sekali tidak tercermin makna cinta, sejatinya cinta yang sudah di ucapkan mengandung konsekwensi untuk memberikan pengorbanan dan perhatian yang tulus, tentunya hal ini akan lebih legal jika di jalankan oleh orang-orang yang telah menikah sesuai dengan syariat Islam, lalu kalo misalkan anak-anak ABG yang masih pada labil, bau kencur dan pemikirannya masih pendek mengatakan cinta dan berkorban serta memberikan perhatian kepada seseorang yang di cintai, gimana?. Nah, itu adalah hal yang keliru, karena itu adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang yang belum cukup umur/ belum menikah/ belum dewasa, hal ini bagaikan anak kecil umur lima tahun mengatakan “Aku bisa kok naik motor”, namun dengan beraninya ia menaikinya, lalu apa yang akan terjadi, belum sempet jalan saja pasti sudah jatuh, karena memang kakinya belum sampai untuk menapak ke bawah, pantas saja, jika mereka yang saat ini statusnya masih pelajar, belajarnya ga tuntas, karena akibat mikiran si cewe, lebih banyak ngorbanin waktu buat cewenya dari pada buat belajar, lebih banyak ngasih perhatian kepada si cewe dari pada ngasih perhatian kepada orang tua, apa lagi jika si cewe/ si cowo itu lebih peduli dengan perkataan pacarnya, dari pada nasehat perkataan orang tua nya, waduhhh gimana jadinya ya, udah hubungannya belum halal, ngelawan orang tua pula lagi, udah pasti jauh dari ridho orang tua, dan hal yang paling aneh adalah ketika si cewe bertanya kepada sang kekasih “sayang kenapa kamu melakukan semua ini, kamu ga peduli dengan perkataan orang tua mu” dengan entengya si cowo menjawab “sayang aku tuh ngelakuin ini semua, karena aku sayang sama kamu, karena aku cinta sama kamu” duhh cape deh, lagi-lagi bawa-bawa kata cinta.

Begitulah jika seseorang yang menjalin asmara belum pada waktunya, pemikirannya cenderung pendek, nanti klo ujung-ujungnya rugi aja, baru deh nyesel. So tetaplah kamu memperdulikan nasehat orang tua mu dari pada ajakan ataupun rayuan kekasih mu, karena sejatinya bujuk rayu kekasih mu hanyalah tipu daya, meskipun dia bilang sayang sama kamu atau bilang cinta kamu, tetap saja itu semua hanya ucapan manis yang hanya menjerumuskan kamu ke dalam perbuatan yang di larang oleh Allah. Sekarang gini sob, kalo memang dia cinta sama kamu ataupun sayang sama kamu, pasti dia ga rela lah, kalo kamu terjerumus ke dalam kemaksiatan dan pastinya dia juga ga bakalan jadiin kamu pacarnya tetapi langsung menikahinya, lho kok menikah, kan cowo aku masih sekolah” lah udah tau masih sekolah tapi udah berani bilang aku cinta kamu “tepok jidat” hehehe, udah tau belum mampu menikah, tetapi malah berani pacaran, enak banget ya kalo pacaran terkadang tingkah lakunya udah kaya orang yang menikah, padahal si cowo belum bisa bertanggung jawab memberikan nafkah wong masih sekolah kok, duit dari mana,,jajan aja masih minta sama orang tua, tapi udah berani ngajak jalan sana-sini, beliin semua barang yang di sukainya sama kekasihnya,,duhh please deh, memang begitulah fenomena yang terjadi ketika suatu pekerjaan di jalankan oleh orang yang belum waktunya, maka tunggulah kehancuran,  mereka yang mengatakan cinta tanpa berfikir, seenaknya saja melotarkan kata tersebut kepada seseorang yang di cintainya, ingat ya bro jatuh cinta itu memang tidak dilarang, karena memang sudah fitrahnya di jadikannya indah dalam pandangan kepada seorang wanita coba liat QS Al-Imran: 14,

“Di jadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang di inginkan,berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang….”

Subhanallah begitulah Islam menghargai kefitrahan cinta manusia dalam mencintai perempuan. Manusia memang cenderung kepada harta, tahta dan wanita, Islam pun telah mengaturnya untuk meraih itu semua tentunya dengan cara yang memang di ridhoi oleh Allah SWT, manusia cenderung kepada perempuan, hal ini dapat diatasi untuk menyalurkan hasrat biologis kepada perempuan, ada namanya jalur pernikahan dan Islam pun telah mengaturnya tentang bab pernikahan, lalu jika cenderung kepada harta ada juga caranya Islam telah mengajarkan pemeluknya untuk selalu mencari rizki dengan cara yang halal dan bersedekah, karena dengan sedekah, maka rizki seseorang akan di lipatagandakan oleh Allah, banyak juga kok tokoh-tokoh hartawan dari kalangan Islam seperti Utsman Bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Nabi Sulaiman dan masih banyak lagi, lalu jika cara memperoleh kekayaan tersebut dengan jalan kebathilan dan bersikap rakus terhadap harta, maka akan dilenyapkan oleh Allah seperti Firaun dan Qorun serta masih banyak lagi contoh lainnya, lalu ketika manusia menginginkan tahta Islam pun juga mengaturnya, dalam hal jabatan tentunya seseorang haruslah amanah, kita dapat mencontoh para khalifah di zaman rosul ketika mereka menjadi penguasa, mereka dapat berlaku adil, tidak mendzalimi rakyatnya dan selalu taat dalam beribadah. So tindakan kita adalah, kita mau tidak menjalani prosesnya sesuai dengan apa yang diajarkan Allah dan Rosulnya?,

Karena zaman sekarang kebanyakan orang maunya yang instant, cinta sama perempuan, mau nya pacaran, bukannya menikah, pacaran tinggal tembak ga pake biaya, paling Cuma keluar duit buat teraktiran bakso, tapi kalo nikah ribet. mau kaya pun pengennya instant, pergi ke dukunlah, merampok lah, menipu dan lain sebaginya, begitu juga dengan tahta, orang-orang yang haus akan kekuasaan sudah lagi cenderung tidak akan amanah, karena yang ada di benaknya hanyalah kekayaan bukannya kemakmuran, pantas saja ketika menjabat suatu jabatan doyannya Cuma korupsi, Naudzubillah, mari kita pilih mau cara yang instant tapi jauh dari rahmat Allah atau melalui proses yang sesuai dengan ajaran Islam dan mendapat rahmat Allah? Silakan tentukan pilihan mu, dalam hal  ini mau pacaran tapi dapet laknat atau menikah tapi dapet rahmat?, apa, menikah?, aku kan belum mampu, aduhhh kan tadi udah dibilangin, udah tau belum mampu ya ngapain pacaran, tanggung jawab aja belum bisa, tapi enteng banget ya bilang “Aku cinta kamu” hehe,,alangkah lucunya negri ini (kaya nama film aja).

Sumber gambar: https://islami.co/makna-cinta-dalam-islam-menurut-para-ulama/