Kak Bany (Da’i)

Bany Ahmad Djaelani adalah pria kelahiran Bogor (sekarang Depok), 02 Mei 1994. Bany adalah anak ke 9 dari 13 bersaudara dari pasangan Alm. Drs. H. Iis Djaelani dan Ibu Hj. Dedeh Ruwaedah, S.Pd.I. Bany terlahir dari keluarga yang memiliki konsen terhadap pendidikan agama, sehingga sejak kecil Bany sudah diajarkan membaca Al Quran oleh kedua orang tuanya, selain itu Bany juga diajarkan membaca Al Quran oleh beberapa guru ngaji yang telah direkomendasikan oleh Ibunya.

Di usia 6-11 tahun, selain menamatkan sekolah di TK Harapan Bahagia dan SDN Mekarjaya XVI, Bany juga telah menyelesaikan pendidikan Al Quran di TKA (Taman Kanak-kanak Al Quran) Al Falah dan TPA (Taman Pendidikan Al Quran) Al Falah, setelah itu Bany melanjutkan pendidikan SMP/MTS (Madrasah Tsanawiyah) di Pondok Pesantren Al Karimiyah Sawangan Depok pimpinan Dr. KH. Ahmad Damanhuri, MA hinggal SMA/MA (Madsarash Aliyah). Selama 6 tahun di pondok pesantren, Bany telah mempelajari berbagai ilmu agama seperti ilmu tajwid, ilmu bahasa arab, ilmu fiqh & usul fiqh, ilmu hadits, ilmu tafsir dan ilmu lainnya.

Berbagai kitab juga telah Bany pelajari mulai dari kitab dasar sampai kitab tingkat tinggi (Aliyah). Kitab-kitab yang telah dipelajari antara lain kitab safinatunnajah (fiqh), perukunan melayu (fiqh), aqodidu diniyah (aqidah), khulasoh nurul yaqin (siroh), akhlaq lil banin (akhlak), mabadiu diniyah (aqidah), nahwu wadih (bahasa arab), arbain nawawi (hadits), jauharul kalamiyah (aqidah), matan taqrib (fiqh), amtsilah tasrifiyah (bahasa arab), targhib wa tarhib (hadits), taysirul kholaq (akhlak), matan jurumiyah (bahasa arab), mukhtarul hadis (hadis) ta’lim muta’lim (akhlak), qomi’ tugiyan (tasawuf), mabadi awaliyah (ushul fiqh), mukhtasor jiddan (bahasa arab), tijan darori (aqidah), mustolahul hadis (hadis), ilmu shorof (bahasa arab), ‘imrithi (bahasa arab), bulughul marom (hadis fiqh), nazmul maqsud (bahasa arab), kailani (bahasa arab), mukhtasod syafi (‘arud/balagoh), nasoihul ibad (akhlak), riyadus sholihin (hadis), mutammimah (bahasa arab), tafsir jalalain (tafsir), alfiah syarah ibnu ‘aqil (bahasa arab), ibaanatul ahkam (hadis fiqh), tafsir ayatul ahkam (tafsir), fathul majid (aqidah), assulam (usul fiqh), al bayan (usul fiqh). Selama di pesantren Bany juga telah mempelajari teknik berdakwah dalam kegiatan muhadoroh.

Setelah lulus dari pesantren, Bany sempat mengabdi di pondok pesantren Al Karimiyah selama 8 bulan, selama mengabdi Bany ditugaskan untuk mengajar dan membimbing para santri. Bany melanjutkan studinya ke perguruan tinggi di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Syariah Economic Banking Institute (SEBI) yang beralamat di Bojongsari Depok. di STEI SEBI, Bany telah mendapatkan beasiswa dari kampus dan juga dari Baituzzakah Pertamina (lembaga zakat dari perusahaan Pertamina). Bany mengambil jurusan Muamalah program studi Akuntansi Syariah dengan nama beasiswa amil zakat. selama di kampus, Bany telah mempelajari berbagai ilmu yang berkaitan dengan muamalah atau ekonomi syariah. Pada aspek syariah yang telah Bany pelajari adalah Bahasa Arab, Aqidah Akhlak, Bahasa Arab, Tsaqofah Islamiyah, Ayat dan Hadis Ekonomi, Pengantar Studi Islam, Ekonomi Mikro Islam, Ekonomi Makro Islam, Ushul Fiqh, Qawaid Fiqh, Fiqh Muamalah, Fiqh Transaksi Keuangan Kontemporer, Fiqh Zakat dan Wakaf Akuntansi Perbankan Syariah, Akuntansi Asuransi Syariah, Praktikum Akuntansi Syariah, Akuntansi Zakat.

Saat ini Bany sedang melanjutkan studinya di program pascasarjana kampus IIQ (Institu Ilmu Al Quran) Jakarta program studi Magister Hukum Ekonomi Syariah. Selain itu, Bany aktif sebagai seorang amil zakat di lembaga amil zakat (LAZ) Zakat Sukses kota Depok. Bany juga aktif mengisi berbagai kajian ke-Islaman yang berkaitan dengan zakat dan fiqh muamalah serta keilmuan lainnya yang sesuai dengan apa yang selama ini telah Bany pelajari. Bany juga sangat antusias membaca buku-buku siroh nabawiyah, siroh para sahabat, siroh para ulama, kisah parah pahlawan muslim, kisah para ilmuan muslim dan kisah para ulama lainnya.